Perlu diketahui bahwa
hadits-hadits yang berkaitan dengan
penyakit demam ini ternyata banyak sekali.
Abu Nu'aim, pengarang kitab
Hilyatul Auliya' pernah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi,
"Jika salah seorang diantara kamu ditimpa demam, hendaknya disiram dengan air selama tiga malam di waktu dini hari."
Sementara hadits lain yang terdapat dalam
kitab Sunan Ibnu Majah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah berbunyi,
"Demam itu adalah bunga api neraka, maka singkirkanlah ia dari diri kamu dengan air dingin."
Ada juga hadits dari Al-Hasan yang berasal dari Samurah,
"Demam itu adalah sepotong bara api, maka dinginkanlah ia dari dalam tubuh kemu dengan air dingin."
Rasulullah SAW sendiri, apabila mengalami demam, Beliau meminta
diambilkan setimba air untuk dipercikkan ke atas kepalanya dan kemudian
menggunakan air sisanya untuk mandi.
Bahkan ada satu pernyataan menarik dari Rasulullah SAW yang terangkum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.
Hadits tersebut berbunyi,
"Terjadi perbincangan tentang demam di hadapan Rasulullah SAW, kemudian ada seseorang yang mencelanya."
Maka Rasulullah SAW bersabda,
"Janganlah Anda mencela demam itu, sebab ia membersihkan dosa seperti api membersihkan kotoran besi."
Maksud dari penjelasan Rasulullah SAW tersebut adalah bahwa tubuh mendapat manfaat yang besar dari penyakit demam, yakni berfungsi untuk menghancurkan sisa-sisa makanan yang keras karena tidak hancur dengan cara lain.
Berkaitan dengan hal ini, Abu Hurairah sendiri pernah berkata,
"Tidak ada penyakit yang menimpaku yang lebih aku sukai selain daripada
penyakit demam, sebab ia masuk ke segenap anggota tubuhku dan Allah
SWT memberi sebagian pahala bagi setiap anggota tubuh tersebut."
Menurut Ibnu Qoyyim Jauziyyah, cara
pengobatan sakit demam panas yang menggunakan air itu melalui dua cara.
Pertama:
Dengan es batu atau di kompress.
Kedua:
Banyak minum air putih untuk membantu organ tubuh, terutama ginjal dalam melaksanakan tugasnya.